SUBANG- Korban meninggal akibat banjir di Kabupaten Subang terus bertambah. Dari data yang diterima , hingga Jumat (24/1/2014), ada delapan orang yang meninggal dunia. Di antaranya, satu bayi berusia satu hari, dua orang diketahui gila, dan lima orang usia lanjut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang Budi Subiantoro
mengatakan, orang lansia yang meninggal dunia yakni Mukoyah (90) Warga
Desa Mulyasari, Mari (70) rarga Mulyasari, dan Marsinih (60) warga Desa
Tanjung Tiga Blanakan. Mereka didiagnosa hipoterm. Sedangkan satu bayi merupakan anak Linda warga Desa Pamanukan.
diberitakan Tinta Hijau (Tinjau.com) Subang, Korban lainnya, Ujang (50) warga Desa Mulyasari, Darkinah (63) warga Tegal Sari Legian
Wetan, dan Kunang (55). Korban meninggal tersebut, meninggal dunia
akibat sakit. "Kalau yang bayi meninggal akibat pecah air ketuban,
dirujuk ke RSUD Ciereng. Namun, bayi tersebut tidak bisa diselamatkan
dan meninggal dunia," paparnya.
Adapun lima korban meninggal
lainnya ada yang karena kedinginan, ada yang menderita darah tinggi,
penyakit ginjal, serta kecing manis. "Kalau yang meninggal di Kecamatan
Blanakan karena kedinginan, dan rata-rata yang meninggal usia lanjut, 50-90 tahun," pungkasnya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)