INDRAMAYU -- Musibah banjir di Indramayu,Jawa Barat kian meluas.
Mengantisipasi hal tak diingankan,aparat setempat mengimbau warganya
untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Laporan terakhir
menyebutkan, area banjir merendam 12 kecamatan di Indramayu. Dari 12
kecamatan itu,banjir terparah terjadi di Kecamatan Patrol, Anjatan, dan
Sukra. Tercatat, lebih dari 10 ribu unit rumah warga terendam banjir dengan ketinggian antara 30 cm sampai dua meter.
Menurut Camat Patrol, Achmad Mansyur, banjir disebabkan meluapnya sungai
Plawad atau sungai Bugel yang membelah Desa Bugel dan Desa Sukahaji.
Jika hujan terus turun dengan intensitas tinggi, maka luapan sungai itu
dikhawatirkan kembali terjadi.
Imbauan mengungsi juga disampaikan
Kapolsek Patrol, Kompol Sarjono. Menurutnya anggota Polsek Patrol
dibantu TNI membantu masyarakat untuk dievakuasi ke lokasi yang lebih
aman. "Kami sisir lokasi-lokasi tertentu untuk membantu warga yang
terjebak banjir," terang Sarjono.
Sementara itu, banjir di
Kecamatan Sukra merendam delapan desa. Yakni Desa Sumuradem, Bogor,
Karanglayung, Sukra, Sukra Wetan, Sumuradem Timur, Ujung Gebang dan
Tegaltaman. Di delapan desa itu, tercatat 2.150 rumah yang terendam
banjir.
"Banjir terparah melanda Desa Sumuradem dan Bogor dengan
ketinggian melebihi 1,2 meter," ujar Camat Sukra, Teguh Budiarso,Sabtu
(18/1).
Teguh menambahkan, untuk mengurangi banjir yang lebih
parah, pihaknya bersama warga langsung menjebol sejumlah titik
penghambat arus air. Tak hanya itu, muspika kecamatan juga membentuk
posko banjir.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
