Banjir yang menggenangi jalur pantai utara (pantura) khususnya wilayah Subang dan Indramayu dilaporkan mulai surut.
Namun arus lalu lintas (lalin) di wilayah tersebut masih antri "mengular" hingga sepanjang 6 kilometer (km)
"Situasi di Polres Indramayu pada Rabu (22/1) tidak ada kriminal dan
tidak ada kecelakaan lalu lintas yang menonjol. Tapi terkait banjir
ketinggian genangan air di 144 desa pada 24 kecamatan di sana mulai
menurun karena sejak tadi malam tidak ada hujan," kata Kabid Humas Polda
Jabar Kombes Martinus Sitompul saat dihubungi Rabu (22/1).
Martinus mengatakan, seiring surutnya banjir, lalu lintas jalur utama
pantura dari Cirebon menuju Jakarta dilaporkan mulai lancar. "Tapi
memang masih ada antrian di wilayah Sukra, perbatasan Indramayu-Subang
sepanjang 6 km. Sedangkan dari arah Jakarta-Cirebon arus lalin tersendat
di Losarang akibat genangan air 40 centimeter (cm)," bebernya.
Akibat banjir di kawasan tersebut, sebanyak 7 orang tewas.
Rinciannya, empat orang telah ditemukan, sedangkan 3 korban yang
terseret arus masih dalam pencarian.
Polisi terus mengantisipasi banjir susulan akibat curah hujan yang
masih tinggi. Rekayasa dan pengalihan lalin ini telah dilakukan sejak
Minggu (20/1) dan dilakukan secara situasional hingga kini.
Pengalihan diberlakukan dari wilayah Polres Cirebon dan Indramayu
untuk menghindari tumpukan kendaraan di jalur Pamanukan, Subang yang
tergenang banjir.(BS/red)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
