Akibat
minimnya penerangan jalan umum (PJU), ruas jalan Mariuk-Cigintung di
Desa Palasari Kecamatan Ciater Kabupaten Subang, rawan begal di malam
hari.
Tak tanggung-tanggung, pelaku kejahatan kerap nekat
melukai korbannya. Salah satu titik rawan begal yakni di jalan Mariuk
tepat di tengah perkebunan Teh.
Warga Cigintung Desa Palasari yang berprofesi sebagai pedagang sayuran,
Dede (30) mengatakan, rawannya kondisi jalan mengakibatkan banyak
pengendara enggan melintas.
“Sebulan lalu, ada warga Jalan
Cagak yang dibegal di jalan ini. Akibatnya, warga trauma dan enggan
gunakan jalan ini lagi, terutama malam hari yang kondisinya gelap karena
gak ada penerangan,” ujar Dede, Jumat (24/1/2014).
Jika ingin melintas di jalan itu, biasanya warga menunggu rekan lainnya dalam jumlah banyak.
Karena takut begal, Dede mengaku kerap menghentikan sementara
aktivitasnya berjualan sayuran. Dalam sepekan, bisa satu hari dia tidak
berjualan. Bahkan, jika baru terjadi kejahatan, aktivitas usahanya bisa
berhenti hingga hingga tiga hari.
Menanggapi hal ini, Kepala
Bidang Permukiman dan Bangunan Dinas Tata Ruang Permukiman dan
Kebersihan Kabupaten Subang, Feri Afiat mengaku, belum mendapat laporan
ihwal minimnya penerangan di ruas jalan rawan begal itu.
Namun, pihaknya meminta warga melalui aparat desa setempat agar secepatnya mengusulkan pembangunan PJU di wilayah itu. (inl)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)