CIDAHU
– Warga Dusun Puhun, Desa Cihideung Girang, Kecamatan Cidahu, dibuat
terkejut dengan tumbangnya sebuah pohon besar di lingkungannya, Jumat
(17/1) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Apalagi pohon berusia ratusan
tahun itu disebut warga sekitar sebagai pohon keramat.
Tumbangnya pohon jenis beringin tersebut diakibatkan hujan deras. Hingga
terjadilah bencana longsor tebing setinggi 15 meteran dengan panjang
longsoran 20 meteran. Longsoran tanah menutup pemandian umum warga. Bak-bak tempat warga mandi dan mencuci pakaian tertimbun. Termasuk saluran air.
Kabel listrik pun putus.
Akibatnya, aliran listrik mati total. Tumbangnya pohon tersebut juga
menimpa jembatan penghubung Desa Cihideung Girang dan Desa Panyosogan.
Meski tidak merusak badan jalan jembatan, tetapi batangan besar pohon
telah merusak pagaran besi di pinggiran konstruksi jembatan.
Selain itu, dua rumah warga yang berada persis di atas
tebing longsor dalam kondisi terancam. Rumah itu milik Sujai (46) dan
Karta (42). Termasuk ada 1 kandang kambing dan kandnag sapi milik warga.
Agar akses jalan alternatif
tidak terputus, pagi pukul 7.00, puluhan warga beserta aparat
pemerintahan desa bergotong royong memangkas batang-batang pohon dengan
menggunakan golok dan lain-lain. Sedangkan batang besar dipotong
menggunakan gergaji mesin.
Ibu-ibu pun tidak mau ketinggalan bergotong-royong menyediakan aneka konsumsi dan minuman sealakadarnya.
“Suara longsoran, ditambah pohon tumbang keras sekali. Hampir semua warga di dusun ini mendengar dan terkejut,” terang Kepala Desa Cihideung Girang, Yus Rusdiana, kepada Radar.
Ia bersyukur tidak ada korban jiwa dalam musibah longsor tersebut.
Hanya ada fasilitas pemandian umum warga yang tertimbun beserta saluran
airnya yang rusak. Adapun jembatan sudah bisa dilalui, termasuk aliran
listrik bisa segera ditangani.
“Hanya eks longsoran tebing ini perlu segera ditangani. Jika tidak,
khawatir terjadi longsor susulan sehingga menyeret dua rumah warga,”
imbuh dia. (rcc/red)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
