Polisi dan pejabat Kementerian Perburuhan Hong Kong telah tiba di Sragen, Jawa Tengah, untuk menemui Erwiana Sulistyaningsih, tenaga kerja wanita asal Indonesia yang dianiaya majikannya selama bekerja di Hong Kong.
Tim Kepolisian Hong Kong yang
dipimpin Chung Chi Ming itu menyatakan, proses penyelidikan dan
pemeriksaan terhadap Erwiana akan dimulai hari ini, Selasa 21 Januari
2014. Pemeriksaan akan dilakukan di Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen,
tempat Erwiana dirawat saat ini.
“Hari ini Erwiana akan
diwawancara mendalam oleh Kepolisian Hong Kong. Wawancara atau
istilahnya BAP (Berita Acara Pemeriksaan) itu akan dilakukan hingga
beberapa hari ke depan,” kata Moch Jumhur Hidayat, Kepala Badan Nasional
Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) yang ikut
mendampingi tim Kepolisian Hong Kong menjumpai Erwiana.
Polisi
Hong Kong hendak meminta keterangan dari Erwiana terkait kronologi kasus
penganiayaan yang menimpanya selama bekerja menjadi pembantu rumah
tangga untuk Law Wan Tung. “Kepolisian Hong Kong juga akan meminta data pemeriksaan medis Erwiana, misalnya hasil visum,” ujar Jumhur.
Seluruh
informasi yang dikumpulkan polisi Hong Kong itu nantinya akan dijadikan
bahan untuk menuntut Law Wan Tung, mantan majikan Erwiana. Law Wan Tung
saat ini telah masuk daftar hitam Konsulat Jenderal RI. Dia tak
diizinkan lagi untuk mengambil tenaga kerja asal Indonesia.
Erwiana Diminta ke Hong Kong
Kepolisian
Hong Kong meminta Erwiana untuk berangkat ke Hong Kong jika kondisinya
sudah membaik. Ini karena keterangan Erwiana sangat diperlukan di
pengadilan sebagai saksi. “Saksi korban harus hadir di pengadilan Hong
Kong,” kata Jumhur.
Jumhur menyambut baik kedatangan polisi Hong
Kong ke Sragen untuk menjumpai Erwiana. Menurut dia, itu menunjukkan
Hong Kong sangat serius dalam menangani kasus penganiayaan terhadap Erwiana.
Dalam
pertemuan dengan Erwiana di rumah sakit, Kepolisian Hong Kong juga
menginformasikan bahwa mereka telah berhasil menangkap mantan majikan
Erwiana. Law Wan Tung ditangkap di bandara saat hendak kabur ke luar
Hong Kong.(vv/red)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

