MEDIA ONLINE JAWA BARAT

LANI TV ONLINE

Sayuran Membusuk, Pasokan ke Jakarta Belum Normal

On 10:01:00 AM with No comments

MAJALENGKA.- Sejumlah petani holtikultura di Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka mengeluhkan hama sayuran yang sulit dibasmi dan berdampak pada pembusukan buah serta daun. Akibatnya walapun harga sayuran mahal namun produksinya sedikit sehingga tetap merugi.

Sementara itu sejumlah bandar sayur hingga Minggu (26/1/2014) masih kesulitan memasok sayuran ke Pasar Induk Cipinang akibat kondisi jalan yang belum normal, akibatnya sebagian bandar mengalihkan pasokan sayurnya ke wilayah lain.
Ojo istrinya Mamah mengaku harusnya sudah bisa memanen kacang buncis serta tomat di kebunnya, namun ternyata buncis yang harusnya dipanen ternya kondisi buahnya hampir seluruhnya berbintik hitam sehingga tidak bisa dipanen. Selain itu daun buncis yang biasanya lebar kini kerdil dan rambatannya berwarna kemerahan.
Mereka kini tersu menerus membersihkan kacang buncis yang berbintik hitam tersebut untuk dibuang karena khawatir hamanya merembet ke yang lainnya yang kondisinya masih berbunga dan mulai tumbuh buah.
“Kalau buncis disemprot juga sulit, bintik hitam terus ada, kalau dipaksa di jual juga tidka akan laku karena memang bagiand alamnya busuk. Bintik hitam itu sampai ke bagian dalam,” ungkap Ojo.
Demikian juga dengan tanaman tomatnya, hampir tiap hari Mamah mengaku menyemprot tomatnya agar tidak terkena hama akibat hama yang ditimbulkan dari kabut. Kalau tidak terus menerus di semprot maka buah dan pucuk tomat akan membusuk.
Saat ini dengan tiap hari disemprot saja menurut Mamah pembusukan pada buah masih saja tetap terjadi. Dari satu pohon toman setiap pagi ada dua hingga tiga yang busuk. “Sehari kita habis obat semprot sampai Rp 300.000,-, kami tidka berpikir tenaga itu hanya obat saja,” ungkap Mamah.
Hal senada juga disampaikan Ucu yang menanam cabe keriting hingga 1,5 hektaran lebih di Blok Cakrawati. Belakangan akibat curah hujan yang tinggi dank abut tebal cabenya banyak yang membusuk dan berjatuhan. Bila ada yang mulai memerah di bagian ujungnya selalu terdapat titik hitam sehingga tidak mulus.
“Harusnya kami untung karena harganya sedang mahal, tapi karena kondisi sayurannya seperti ini banyak yang busuk ya bagaimana mau untung,” ungkap Ucu.
Disampaikan Ojo dan Ucu harga cabe kriting di tingkat petani kini sudah mencapai Rp 35.000.-/kg, kacang buncis RP 4.000,-/kg, tomat astera dan yasmin seharga Rp 5.000.-/kg, wortel mencapai Rp 3.000.-/kg.
“Biasanya kacang buncis paling mahal hanya mencapai Rp 1.500.-/kg sekarang sudah Rp 4.000.-, tomat juga bulan lalu harganya sempat hancur hanya Rp 200.-/kg sekarang Rp 5.000.-, sayangnya harga mahal tapi hamanya itu sulit dibasmi, biaya tani jadi lebih mahal karena tiap hari harus nyemprot,” ungkap Ojo.
Sementara itu sejumlah bandar sayuran di Kecamatan Lemahsugih kini masih sulit memasok barang ke Pasat Induk Cipinang, akibat kondisi jalan yang belum normal. Asep salah seorang bandar sayur yang biasanya tiap hari mengirim barang ke Jakarta, kini mengalihkan pasokannya ke wilayah lain seperti Cirebon, Kuningan dan Bandung.
“Tomat di Cipinang diterima Rp 7.000.-/kg tapi ya di jalannya juga lama, kalau terlalu lama di jalan kondisi sayuran juga kurang baik bahkan untuk beberapa komoditas akan membusuk,” ungkap Asep.
Makanya Asep berupaya membatasi pengiriman sayuran ke Jakarta, dia hanya mengirim beberapa komoditas saja yang bisa lebih tahan. Seperti kentang, wortel, kol dan tomat.(PR)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »