Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo
sebelumnya sudah menyebut tingginya curah hujan sebagai penyebab banjir
kali ini. Hanya saja, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika
mencatat curah hujan kali ini sebenarnya lebih rendah dibanding tahun
lalu.
"Hujan yang turun awal tahun ini tidak
selebat 2013. Hujan sudah dicicil sejak malam tahun baru. Sedangkan
tahun lalu, hujan terjadi sekaligus selama beberapa hari berturut-turut
dengan intensitas lebat," ujar Kepala Bidang Peringatan Dini Cuaca
Ekstrem BMKG, Achmad Zukri.
Lebih Lanjut Zukri membandingkan
pantauan curah hujan di 18 titik saat banjir sedang tinggi-tingginya
antara tahun lalu dengan tahun ini. Penurunan terlihat ada di Tanjung
Priok, Kemayoran, Pakubuwono, Halim Perdana Kusuma, Cengkareng, Kedoya,
Pasar Minggu, Lebak Bulus.
Di luar wilayah DKI, curah hujan di
kawasan Gunung Mas yang meliputi Puncak, Bogor, Jawa Barat yang dikenal
sebagai sebagai penyumbang banjir, juga terjadi penurunan curah hujan.
menurun. Di Gunung Mas turun dari 76 dan 118,5 milimeter per hari pada
16 dan 17 Januari 2013 menjadi 25 milimeter per hari pada 11 dan 12
Januari 2014.
Sedangkan, wilayah tetangga Jakarta yang
curah hujannya meningkat adalah Depok, Dramaga, dan Citeko. Curah hujan
di Depok naik dari 63,5 dan 64,5 menjadi 65 dan 147 milimeter per hari
pada 11 dan 12 Januari 2014. Sedangkan di Dramaga Bogor, naik dari 26
dan 27 menjadi 85 dan 102 milimeter per hari.(jpnn/red)
