"Penyebab meninggal karena keracunan gas CO2 (karbon dioksida) atau golongan methana. Sehingga pada kedalaman tertentu di sumur itu, gas oksigen tidak bisa diakses oleh orang yang berada di dalam sumur," ungkap Kapolsek Arcamanik Kompol I Ketut Adi Purnama via pesan singkat, Minggu (15/12/2013).
Insiden tragis tersebut berlangsung pada Sabtu (14/12) sore. Sebenarnya pengerjaan sumur memasuki tahap finshing. Lantaran ada satu linggis jatuh ke dasar sumur, Dedi turun untuk mengambilnya sembari memakai tali karet timba. Memasuki kedalaman dua meter, tiba-tiba pegangan tangan Dedi terlepas.
Mengetahui Dedi jatuh dan tenggelam di dalam sumur, Yana bergegas turun bermaksud menolong. Nasib malah serupa, baru dua meter masuk, Yana terjatuh. Melihat dua korban tercebur, Mustabah berteriak minta tolong dan spontan turun. Lagi-lagi korban ketiga tersebut menyusul ikut terjebak di dalam sumur.
Mendengar jeritan meminta tolong, warga langsung berhamburan menuju lokasi sumur. Beruntung sejumlah warga mengingatkan agar tidak ada lagi yang masuk sumur. Kejadian tersebut segera dilaporkan kepada polisi. Adi menyebutkan, indikasi korban kekurangan oksigen dan menghirup gas beracun itu terlihat setelah warga memasukan seekor ayam. "Warga tes dengan mengikat ayam ke dalam sumur. Ternyata baru setengah menit dengan kedalaman empat meter, ayam itu mati lemas," jelas Adi.
Tim Rescue Dinas Pencegahan Kebakaran Kota Bandung berhasil mengevakuasi tiga korban yang kondisinya tak bernyawa. Jasad ketiga pria tersebut diboyong ke RS Sartika Asih Bandung guna menjalani proses forensik. "Hasil pemeriksaan dokter forensik, terdapat luka lecet di tubuh korban. Selain itu mulut korban berbusa tanda mati lemas," ujar Adi.(Dtk/Har)