Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irjen (Purn) Ansyaad Mbai membenarkan informasi penangkapan tersebut. Namun, Ansyaad yang saat ini masih berada di Bali masih menutup rapat inisial dan lokasi terperinci penangkapan ketiga terduga teroris tersebut.
"Penangkapan ini merupakan satu rangkaian dari pengungkapan di Lamongan, Bima, Bekasi, Sukabumi, dan sekarang tiga (terduga) di Medan," kata Ansyaad melalui telepon selulernya, Senin (16/12/2013).
Tiga terduga ini, Ansyaad menambahkan, masih satu rangkaian dengan Fadli Sadama. "Sel-sel ini masih merupakan satu rangkaian dengan di Beji Depok, perampokan di Tambora. Mereka juga terkait dengan Fadli Sadama," kata Ansyaad.
Fadli Sadama merupakan napi kasus narkotika dan terorisme yang menjadi dalang di balik kerusuhan di Lapas Tanjung Gusta pertengahan Juli 2013 lalu. Dia dan beberapa napi terorisme lainnya berhasil kabur saat bentrokan pecah.
Fadli kemudian bersembunyi di Aceh dan akhirnya menyeberang ke Negeri Jiran. Pada 20 November lalu dia ditangkap oleh satuan khusus antiteror Polis Diraja Malaysia (PDRM). Polisi menduga Fadli membiayai pelariannya dari berbisnis narkotika selama berada di penjara.(dtk//har)