Hal itu disampaikan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dalam acara Launching Hitung Mundur 999 Hari Jelang PON XIX Jabar 2016 di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Sabtu (14/12/2013).
Ia mengatakan menjadi tuan rumah kegiatan olahraga tingkat nasional seperti PON akan memberikan dampak positif bagi Jabar. Selain sebagai momen memacu prestasi anak daerah, aang ini juga diyakini akan memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi masyarakat Jabar.
"Seperti halnya penyelenggaraan piala dunia dimana negara-negara banyak berebu supaya jadi tuan rumah. Itu karena menguntungkan. Afrika yang menjadi tuan rumah piala dunia itu untung," ujar Aher.
Membandingkan dengan penyelenggaraan piala dunia, menurutnya event seperti PON juga memberikan keuntungan lebih bagi daerah yang menjadi tuan rumah. Aher pun menyatakan tak masalah jika pemprov merogoh kocek lebih dari APBD untuk kegiatan PON.
"Jangan bilang kalau PON ini menghabiskan anggaran. Venue baru, pembangunan sarana, perbaikan-perbaikan itu modal," katanya.
Ia menyebutkan, untuk sarana dan fasilitas tempat bertanding PON nantinya dibutuhkan dana Rp 870 miliar. Dana itu untuk perbaikan, perluasan dan pembangunan venue-venue.
"Untuk tempat saja, kita setidaknya butuh Rp 870 miliar. Tapi kalau idealnya Rp 1,6 triliun. Tapi kita juga realistis. Yang biasa saja. Kalau tidak perlu bangun baru ya perbaiki yang lama saja," tutur Aher.
Jumlah dana yang dibutuhkan tersebut menurutnya akan dibantu oleh pemerintah pusat dan juga sponsor. Namun berapa prosentase bantuannya ia mengaku belum memastikan.
"Kalau setengahnya dibantu saja kita sudah agak lebih tenang," katanya.(dtk//Har)