MEDIA ONLINE JAWA BARAT

LANI TV ONLINE

Empat Kapal Nelayan Terjebak di Bibir Muara Tegalagung

On 9:52:00 AM with No comments

Indramayu - Baru sebulan dilakukan normalisasi muara Sungai Tegalagung, Desa Benda, Kecamatan Karangampel, kondisi bibir muara tersebut saat ini tidak dapat dilalui ratusan kapal yang hilir mudik melakukan aktivitasnya. Akibat pendangkalan tersebut, sebanyak empat kapal terdampar dan puluhan kapal lainnya tidak bisa melaut.
Hilang di Laut, 8 ABK KM Sumber Jaya Ditemukan

On 5:18:00 PM with No comments



INDRAMAYU - Delapan orang nelayan asal Desa Tegalagung, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, yang sempat hilang di perairan Indramayu, akhirnya berhasil ditemukan.

Para nelayan itu ditemukan oleh dua kapal nelayan, yakni Kapal Motor (KM) Sumber Jaya dan KM Damar Wulan. Keduanya menemukan delapan nelayan saat melintas di perairan Indramayu.
Hasil Tangkapan Rajungan Nelayan Indramayu Melimpah

On 5:14:00 PM with No comments

INDRAMAYU -- Hasil tangkapan rajungan nelayan Indramayu, Jawa Barat, melimpah setelah cuaca di laut Jawa mulai stabil. "Hasil tangkapan rajungan cukup melimpah, sebelumnya para nelayan berhenti melaut karena cuaca buruk," kata Rohiman, salah seorang nelayan Indramayu, Jum'at. Ia menambahkan, saat musim tangkap rajungan nelayan bisa membawa sekitar 300 kilogram rajungan, harganya bisa mencapai Rp40 ribu per kilogram. Menurut dia, panen rajungan menguntungkan
Diterjang Ombak, Kapal Nelayan Tenggelam

On 5:12:00 PM with No comments

Tuban - NIAT para nelayan untuk mencari ikan berubah jadi petaka. Kapal motor (KM) Langsung Sejati yang ditumpangi para nelayan asal Sarang, Rembang, Jawa Tengah, tenggelam di perairan utara dekat Pulau Bawean pada Kamis (18/9). Beruntung, 21 anak buah kapal (ABK) bisa diselamatkan nelayan Desa/Kecamatan Palang, Tuban, yang mencari ikan dengan KM Kumpul Jaya di tengah Laut Jawa. 
Masyarakat Nelayan Minta Pemerintah Bijaksana

On 3:53:00 PM with No comments

Belawan - Masyarakat nelayan yang menggantungkan kehidupannya dari melaut sangat berharap agar dalam membuat kebijakannya pemerintah berfikir arif dan bijaksana.

Karena dengan dikuranginya alokasi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar 20% oleh pemerintah terhadap nelayan, maka langkah itu akan sangat mengganggu kehidupan nelayan.